BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Evapotranspirasi merupakan komponen
penting dalam keseimbangan
hidrologi. Di lingkungan terestrial,
evapotranspirasi merupakan komponen tunggal
terbesar siklus air. Oleh karena itu, pengetahuan
tentang evapotranspirasi penting dalam manejemen sumber daya air, pendugaan hasil tanaman, dan dalam mempelajari hubungan antara perubahan penggunaan lahan dan iklim ( Friend, 2010).
Hansker
(2010) menjelaskan bahwa laju evapotranspirasi dari tanaman pendek yang menutupi tanah secara sempurna, tinggi yang seragam, dan berada dalam keadaan cukup air. Handoko (2005)
menjelaskan bahwa untuk memaksimumkan laju
evapotranspirasi sehingga didapatkan nilai potensialnya, juga mempunyai implikasi bahwa ETP hanya ditentukan
oleh faktor iklim. Konsep ini mempunyai
pengaruh yang luas terhadap perencanaan
irigasi, dan memungkinkan berkembangnya berbagai metode pendugaan ETP, dengan
mendasarkan perhitungan pada salah satu variabel atau kombinasi beberapa
variabel iklim.
1.2 Tujuan
Praktikum
1.
Dapat
menghitung ETP dari data pengamatan panci A.
2.
Dapat
menghitung ETP metode Thortwaite baik menggunakan nomogram maupun rumus
empiris.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1.
Pengertian Evapotranspirasi
Evapotranspirasi merupakan peubah yang
sangat berkaitan dengan produksi tanaman. Pengamatan evapotranspirasi harian dapat digunakan sebagai peringatan dini terhadap kekurangan
air. Defisit evapotranspirasi merupakan selisih antara evapotranspirasi potensial dengan evapotranspirasi aktual. Evapotranspirasi potensial terjadi pada kondisi air
tersedia maksimum atau kapasitas lapang,
evapotranspirasi
actual terjadi pada kondisi air
tersedia dibawah kapasitas lapang. Jika kekurangan air
dapat diatasi sedini mungkin maka penurunan produksi dapat dihindari.
Evapotranspirasi
adalah proses gerakan air dari sistem tanah ke tanaman kemudian ke atmosfir
(transpirasi) dan
gerakan air dari
sistem tanah kepermukaan tanah kemudian ke atmosfir
(evaporasi) (Eko, 2005).
2.2. Faktor-faktor yang
mempengaruhi evapotranspirasi
Kimball
(2007) menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menpengaruhi evapotranspirasi
adalah sebagai berikut :
1.
Radiasi surya (Rd): Komponen sumber energi
dalam memanaskan badan-badan air, tanah dan tanaman. Radiasi potensial sangat
ditentukan oleh posisi geografis lokasi
2.
Kecepatan angin (v): Angin merupakan faktor
yang menyebabkan terdistribusinya air yang telah diuapkan ke atmosfir, sehingga
proses penguapan dapat berlangsung terus sebelum terjadinya keejenuhan
kandungan uap di udara,
3.
Kelembaban relatif (RH): Parameter iklim ini
memegang peranan karena udara memiliki kemampuan untuk menyerap air sesuai
kondisinya termasuk temperatur udara dan tekanan udara atmosfit
4.
Temperatur: Suhu merupakan komponen tak
terpisah dari RH dan Radiasi. Suhu ini dapat berupa suhu badan air, tanah, dan
tanaman ataupun juga suhu atmosfir.
2.3. Metode
thortwaite
Metode Thornthwaite dan Blaney-Cridle berdasarkan responnya
terhadap perubahan suhu, dibanding dengan metode lainnya barang kali dapat dianggap
sebagai pencilan. Di stasiun yang lebih hangat, kedua metode terutama sekali
Thornthwaite menunjukkan respon yang sangat besar terhadap perubahan suhu
dibanding metode lainnya, kenyataan ini membawa pada suatu kesimpulan bahwa
nilai perubahan yang dihasilkan menjadi kurang realistis. Metode Thornthwaite,
Blaney-Criddle, dan Jensen-Haise merupakan yang relatif paling peka terhadap
perubahan suhu, diikuti oleh metode Samani-Hargereaves, sedangkan tiga metode lainnya,
yaitu metode Priestley-Taylor, Panman, dan
Panman-Monteith kepekaannya terhadap
perubahan suhu relatif sama (Thornthwaite, 1957)
Rumus yang diperoleh
dari Metode Thortwaiten :
ETpot = ETPref.CropF.CropFc (1)
Kemudian T
26,5 maka ETref
= 16
A (2)
Jika T
26,5 maka ETref
= – 41.545 + 3,2244 T - 0,0433 T2 (3)
Dan A = 0,49239 + 0,01792 H - 0,0000771 H 2 + 0,000000675 H 3 (3)
Kemudian CropF
= Crop faktor, CropFc = a kalibrasi parameter T = temperatur (0C)
dan H = bulan dari Thortwaiten (3) jadi rumusnya :
H =
1,514 (4)
Pada
metode Thornthwaite, suhu berpengaruh secara kubik (berpangkat tiga) terhadap
ETP, sehingga perubahan yang kecil pada suhu udara mengakibatkan peningkatan
yang cukup berarti pada ETP. Penilaian kepekaan motode pendugaan evapotranspirasi
potensial terhadap perubahan iklim, yakni tanggapan ETP terhadap kenaikan suhu dilakukan
melalui analisis regresi. Persamaan regresi diturunkan dengan menempatkan nilai
persentase perubahan ETp sebagai variabel terikat (Y), sedangkan variabel iklim
(suhu) sebagai variabel bebas, prediktor (X) (Thornthwaite, 1957).
BAB
III
METEDOLOGI
PRAKTIKUM
3.1. WaktudanTempat
Praktikum Pendugaan Evapotranspirasi (ETP) metode thornthwaite ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 Mei 2014 di Fakulas Pertanian Univesitas Samawa
(UNSA) Sumbawa Besar
3.2. Alat,
dan Bahan
Adapun alat dan bahannya yaitu :
·
Buku
·
Polpen
·
Kalklator/Hv
·
Modul
3.3. Prosedur Perhitungan
·
Menghitung indeks heat index masing-masing bulan (i)
dengan rumus :
i =
1,514
·
menghitung heat index setahun (I) dengan cara menjumlahkan
i masing-masing bulan
·
Menghitung nilai a dengan rumus a = 0,000000675 I 3 - 0,0000771 I 2 + 0,01792 I +
0,49239
·
Menghitung ETP tidak dikoreksi dengan rumus ETP = 1,6 (10
t/l)auntuk suhurata-rata t < 26,5 0C. untuk suhu t
26,5 0C
menggunakan tabel pada nomogram atau gunakan rumus : ETP (t
26,5 0C) = - 0,0433 t2+ 3,2244 t –
41.545
·
Menentukan nilai faktor koreksi (F) pada tabel 2.4 yang
disesuaian dengan bulan dan posisi lintang.
·
Kemudian menghitung ETP terkoreksi dengan rumus :
ETPterkoreksi = ETP X F
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Tabel
1. Hasil pengamatan evapotranspirasi menggunakan metode thortwaite
|
Bulan
|
T
|
I
|
ETP*
|
ETP**
|
F
|
ETP
|
ETP terkoreksi
|
|
Jan
|
26,5
|
12,49
|
12.896
|
-
|
1,01
|
12.896
|
13,024
|
|
Feb
|
27
|
12,85
|
-
|
13,95
|
0,92
|
13,95
|
12,834
|
|
Mar
|
26,5
|
12,49
|
12.896
|
-
|
1,03
|
12.896
|
13,282
|
|
Apr
|
27
|
12,85
|
-
|
13,95
|
1,03
|
13,95
|
14,368
|
|
Mei
|
26,5
|
12,49
|
12.896
|
-
|
1,07
|
12.896
|
13,798
|
|
Jun
|
26,5
|
12,49
|
12.896
|
-
|
1,05
|
12.896
|
10,762
|
|
Jul
|
25
|
11,43
|
-
|
12.002
|
1,07
|
12.002
|
12,602
|
|
Agust
|
26
|
12,13
|
-
|
13.018
|
1,06
|
13.018
|
13,799
|
|
Sept
|
27,5
|
13,21
|
-
|
14.381
|
1,02
|
14.381
|
14,668
|
|
Okt
|
28,5
|
13,94
|
-
|
15,18
|
1,03
|
15,18
|
15,635
|
|
Nov
|
28
|
13,57
|
-
|
14,80
|
0,99
|
14,80
|
14,652
|
|
Des
|
28
|
13,57
|
-
|
14,80
|
1,01
|
14,80
|
14,948
|
Grafik hubungan suhu dan ETP pada berbagai
bulan
4.2. Pembahasan
Dari grafik evapotranspirasi (Gambar 1) menggunakan
metode thortwaite
Bahwa nilai ETP Terkoreksi setiap bulan sangat
berbeda. Pada bulan januari nilai ETP terkoreksinya (13,024), bulan februari
(12,834), bulan maret (13,285), bulan april (14,368), bulan mei (13,798), bulan
juni (10,762), bulan juli (12,602), bulan agustus (13,799), bulan september
(14,668), bulan oktober (15,635) bulan november (14,652), bulan desember
(14,652). Karena perubahan besarnya ETP di bawah kondisi iklim yang berubah
dinyatakan dalam persentase dari besar ETP pada keadaan iklim standar (tanpa
perubahan iklim). peningkatan suhu menyebabkan naiknya tekanan uap permukaan
yang berevaporasi, mengakibatkan bertambahnya defisit tekanan uap antara
permukaan dengan udara sekitar.
Karena metode Thornthwaite merupakan yang relatif paling
peka terhadap perubahan suhu, dan setiap
bulan yang telah diamati data terkecil dari nilai ETP terkoreksi berada di bulan
juli. Hal ini sejalan dengan pendapat Bantaran (2004) bahwa perubahan yang
terjadi pada suhu akan diikuti oleh perubahan pada elemen iklim lainnya, diantaranya
curah hujan, keawanan, kelembaban, dan kecepatan angin.
BAB
IV
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, Nilai
ETP terkoreksi pada bulan juni memiliki nilai ETP terendah yaitu 10,762 dengan
suhu 26,5 0C dan nilai ETP yang tertinggi berada pada bulan desember
yaitu 14,948 dengan suhu 28 0C. Karena pengaruh perubahan iklim pada
ETP terkoreksi tergantung pada metode yang digunakan. Baik data yang dibutuhkan
dalam perhitungan maupun bentuk struktural persamaan dapat mempengaruhi hasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar